oleh

UPACARA BENDERA, DANDIM PONOROGO BACA AMANAT PANGLIMA TNI

PonorogoKodim 0802/Ponorogo hari ini menggelar upacara tujuh belasan bertempat di lapangan apel Makodim 0802/Ponorogo. Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Made Sandy Agusto selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara tersebut membacakan amanat Panglima TNI dihadapan peserta upacara.(17/07/19)

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. melalui amanat yang dibaca Irup diantaranya menyampaikan bahwa profesionalisme prajurit bisa dicapai bila setiap prajurit terdidik dan terlatih dengan baik,” Sebagai alat pertahanan Negara, TNI membutuhkan prajurit – prajurit yang professional. Profesionalisme itu hanya akan bisa dicapai bila setiap prajurit terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih untuk melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Terlebih tantangan yang akan kita hadapi dimasa mendatang akan semakin kompleks. Kompleksitas tersebut menuntut TNI memiliki personel dan satuan yang adaptif. Kita tidak boleh terlena dengan berbagai kemajuan tehnologi dan harus dapat mengeksploitasinya demi kemajuan TNI, “ kata Panglima TNI melalui amanat yang dibaca Irup.

Berkenaan dengan kemampuan yang dimiliki oleh prajurit, disampaikan Panglima TNI bahwa Komandan Satuan bertanggung jawab meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya,” TNI tidak lagi dapat bersifat tertutup. Tertutup dari segala perubahan dan kemajuan yang ada. Untuk itu setiap komandan satuan bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya. Saudara – saudara bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh setiap anak buah. Komandan satuan adalah tumpuan setiap anggota dalam berbagai hal. Oleh karena itu setiap Dansat harus terlebih dahulu memiliki kemampuan yang tinggi dan wawasan yang luas agar dapat mengarahkan dengan baik, “ kata Dandim Ponorogo membacakan amanat Panglima TNI di hadapan peserta upacara.

Kepada seluruh prajurit, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam pelaksaan tugas, TNI harus memelihara dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan modal utama bangsa Indonesia.sehingga ke-bhinneka-an  terus terjaga. Panglima TNI juga menekankan agar nilai – nilai luhur  baik itu Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI   yang menjadi sendi – sendi pengabdian setiap prajurit TNI tidak boleh berubah dan harus mengalir dalam setiap hembusan napas prajurit dimanapun berada dan bertugas.

Kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan urat nadi Sistem Pertahanan Semesta. Untuk itu Panglima TNI memerintahkan seluruh prajurit harus memelihara dan meningkatkan terus kemanunggalan antara TNI dengan rakyat.

Upacara tujuh belasan yang digelar Kodim 0802/Ponorogo dihadiri anggota baik  prajurit maupun ASN Kodim 0802/Ponorogo. Usai pelaksanaan upacara tujuh belasan, dilanjutkan acara laporan Korps masuk satuan bagi prajurit yang baru masuk ke Kodim 0802/Ponorogo.(zai)

News Feed