oleh

TMMD ke-110 Beri Asa Terentasnya Kemiskinan di Pacitan

Tak mudah menaklukkan kondisi perbukitan kapur di Kabupaten Pacitan. Beratnya tantangan inilah yang kini dihadapi TMMD ke-110 yang dilaksanakan terpusat di Desa Widoro, Kecamatan Donorojo. Harapannya, membalik keadaan dengan menjadikan kondisi masyarakat di Kota 1001 Goa tersebut terangkat dari jurang kemiskinan.

Jalan sepanjang 1.900 meter yang menghubungkan Dusun Sukoharjo dan Dusun Tumpak Watu yang berada di Desa Widoro itu adalah liat tanpa pemadatan. Sekali diguyur hujan, jalan ini sulit dilalui kendaraan, karena kondisinya licin dengan genangaan air bertebaran. Kalau sudah begini, sebagian masyarakat lebih memilih berjalan kaki, karena beresiko jika menempuhnya dengan kendaraan bermotor.

Tapi, itu dulu. Sekarang, jalan tersebut mulus setelah dirabat. Masyarakat pun tak khawatir melintasinya, meski hujan deras. Untuk membuat rabat jalan sepanjang 1.900 meter tersebut, TNI dan masyarakat harus mengerahkan tenaga ekstra. Tetap semangat dan tanpa kenal lelah menjadikan insfrastruktur jalan tersebut sebagai harapan baru. ”Meski medannya cukup sulit dan menantang, namun kami bersama masyarakat terus bergotong-royong dan bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan besar,” kata Pratu Beni, anggota Satgas TMMD dari Yonif 511/Dibyatara Yudha, (14/3) yang lalu.

Ya, kerasnya bebatuan di Pacitan tidak ubahnya dengan kehidupan masyarakatnya. Berpenduduk sekitar 586.111 jiwa, Pacitan sedikit tertinggal dengan sebagian besar daerah lain di Jawa Timur, baik dari segi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakatnya.

Bupati Pacitan, Indartato mengungkapkan, angka kemiskinan di kabupatennya masih relatif tinggi yaitu sebesar 13 persen. Angka itu di atas persentase penduduk miskin secara nasional berdasarkan data BPS pada September 2020 yang sebesar 10,19 persen.

Dia menyampaikan, tingginya angka kemiskinan di Pacitan salah satunya dipengaruhi oleh lesunya pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Bagi Pacitan, pariwisata adalah napas kehidupan. Bupati optimistis, pelaksanaan TMMD ke-110 di Desa Widoro mampu mengurangi angka kemiskinan.

Apa yang diyakininya itu bukan tanpa alasan. Dengan pengerjaan rabat jalan sepanjang 1.900 meter, selain menjadi penghubung antara Dusun Sukoharjo dan Dusun Tumpak Watu, juga menjadikan akses menuju lokasi wisata Pantai Buyutan dan Banyu Tibo di Desa Widoro menjadi terbuka.

Dia menilai, jalan yang dirabat mempunyai peran vital untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Yakni, membuka salah satu akses terpenting di desa terpencil tersebut. ”Jalan ini sangat strategis untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui sektor pariwasata,” katanya ketika meninjau di lokasi TMMD.

Indartato mengatakan, dengan semakin baiknya perekonomian dan infrastruktur yang ada, tentunya hal itu dapat dijadikan salah satu indikator dan tolok ukur keberhasilan TMMD dalam mengurangi angka kemiskinan di Pacitan.

Kades Widoro, Mahmudi membenarkan hal itu. Dia mengatakan, setelah akses jalan lancar, perekonomian warganya yang sebagian besar bergantung pada produksi gula merah akan terangkat. Diterangkannya, dulu tiap rumah yang memproduksi gula merah rata-rata menghasilkan 5 Kg per hari. Terbatasnya produksi tersebut menyesuaikan akses jalan yang masih sulit dilalui. Kini, setelah jalan mulus, masyarakat dapat meningkatkan produksinya hingga 20 persen.

Di sektor pariwisata, Mahmudi mengakui jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Buyutan dan Banyu Tibo juga terus meningkat. “Ada, meskipun belum signifikan,” ujarnya.

Slamet (57), salah satu pengrajin gula merah mengaku senang dibangunkan akses jalan tersebut. Dia mengatakan, setelah jalan mulus, memudahkan warga khususnya pelaku home industri gula merah untuk memasarkan hasil produksinya, termasuk warga yang ke ladang, menderes kelapa untuk bahan baku gula merah, dan berdagang.

Keberhasilan TMMD di Pacitan disambut baik oleh Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, Kolonel Inf Waris Ari Nugroho. Dia mengaku bersyukur karena tujuan dan sasaran dalam TMMD kali ini tercapai dengan baik. Dia juga mengapresiasi upaya dan kerja keras Satgas TMMD dan masyarakat selama gelaran TMMD berlangsung.

Danrem berpesan, agar hasil pembangunan insfrastruktur dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, agar lebih bermanfaat dan usia pakainya lebih lama.

”Perbaikan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang melatarbelakangi setiap gelaran TMMD,” katanya.

Sementara itu, Kapenrem 081/Dhirotsaha Jaya, Kapten Arm Nurwahyu Sujatmiko yang meninjau pengerjaan jalan tersebut mengatakan, tujuan kegiatan TMMD adalah sebagai upaya membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan di desa-desa. Salah satunya di daerah pelosok atau yang sulit dijangkau seperti di Desa Widoro.

News Feed