oleh

Korem 081/DSJ Gelar Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal

-News-299 views

Guna menangkal dan berkembangnya faham komunis dan radikal, Kodim 0501/Jakarta Pusat BS melaksanakan kegiatan Sosialisasi Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal, bertempat di Ruang Binter Makorem, Jl. Pahlawan No. 50 Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (31/10/18).

Dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber atau pembawa materi adalah Kasiter Rem 081/DSJ Letkol Inf Khamim Thohari, S.Sos., M.Si.

Dalam materinya, Kasiter menyampaikan bahwa Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi dibubarkan dan dilarang keberadaannya di negara kita, karena bertentangan dengan ajaran agama dan Ideologi Pancasila, juga telah melakukan berbagai penghianatan dan pemberontakan untuk merebut kekuasaan (Kudeta).

“Namun dalam perjalanan waktu hingga saat ini, ternyata paham Ideologi Komunis masih hidup di tengah-tengah masyarakat kita dan terus menggalang kekuatan untuk kembali bisa melakukan aktivitas secara nyata,” lanjutnya.

“Para kader dan simpatisannya terus berupaya dengan berbagai cara agar Faham Komunis bisa kembali diterima sebagai ideologi terbuka. Salah satu caranya adalah dengan mencabut Tap MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang larangan Faham Komunis di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Letkol Inf Khamim Thohari mengatakan, bahwa Faham Komunis itu tidak akan pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru.

“Untuk itu kita harus dapat menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan Komunis gaya baru, dimana gerakan komunis gaya baru telah banyak menyusup ke berbagai elemen masyarakat,” tegasnya.

Di akhir materinya, Kasiter berpesan dan menekankan untuk tidak mudah terhasut oleh tipu muslihat dan propaganda Komunis.

“Selalu waspada, guna menangkal berbagai upaya bangkitnya kembali ajaran Komunis, serta Faham Radikal yang selalu berupaya untuk memaksakan penggunaan syariatnya dalam sendi-sendi keagamaan dan ketatanegaraan yang dapat mengganggu solidaritas kerukunan antar umat beragama, persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

News Feed