oleh

Korem 081/DSJ Gelar Simulasi Pengamanan Pileg dan Pilpres 2019

Menjelang tahap penetapan hasil perolehan suara, terdapat indikasi ketidakpuasan terhadap hasil perolehan suara pada salah satu pasangan calon dan selanjutnya ratusan massa pendukung melakukan unjuk rasa di depan kantor KPUD Kota Madiun.

Adanya Unras itu, kemudian Polres Madiun Kota bersama Brimob Detasemen C Polda Jatim, kemudian memberikan pengamanan. Massa yang melaksanakan Unras awalnya yang bertindak tertib, kemudian berubah menjadi semakin anarkis, karena tuntutannya belum dapat dipenuhi.

Karena massa yang semakin sulit dikendalikan, kemudian Kapolres Madiun Kota berkoordinasi dengan Danrem 081/DSJ untuk meminta bantuan pengamanan. Atas dasar itulah Korem 081/DSJ mengerahkan pasukannya untuk membantu aparat kepolisian dalam mengamankan aksi Unras.

Hal tersebut merupakan skenario Latihan Pengamanan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Korem 081/DSJ, bertempat di Jl. Pahlawan Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (8/2/19).

Menurut Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Masduki, S.E., M.Si. yang turut langsung melihat pelaksanaan latihan mengatakan, bahwa latihan itu bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan satuan dan kemampuan personel dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 mendatang.

“Inilah bentuk nyata kesiapan kami TNI-Polri dalam mengawal Pileg dan pilpres 2019,” tegasnya.

Ia menjelaskan terkait komitmen dan harapan Korem 081/DSJ pada pelaksanaan Pileg dan Pilpres nantinya.

“Walaupun tugas kami sebagai TNI nantinya memberikan bantuan kepada aparat kepolisian. Namun komitmen kami sudah sangat jelas, kami akan berupaya mewujudkan pesta demokrasi lima tahunan sekali itu dapat berjalan aman, damai dan kondusif,” jelasnya.

Terlibat dalam latihan itu, selain jajaran Korem 081/DSJ, juga melibatkan beberapa satuan, seperti Yonif Mekanis 521/DY, Polres Madiun Kota dan Brimob dari Detasemen C Polda Jatim.

News Feed